Monday, August 3, 2015

What Advice Would You Give to Your Younger Self?

I found this Quora article is so insightful. Written by Abhinav Shahi.
There are also other good answers but I just want to quote this one.

--
If I have to give advice to my younger self then I would tell him a lot of things:
  • Be careful with how you define your identity. Some people define themselves by their work, or their religion etc. But remember the words of Camus, "A reason to live can quickly become a reason to die".
  • The only person you have a right to judge is yourself. So stop judging others and start minding your own work.
  • Learn to let go of friends/lovers who're not as enthused by the relationship you think you share. Walk away from a relationship if you have to keep putting in all the effort for it to stay afloat.
  • Never complain about too many things. Always remember - the life that you are living now is still a dream of millions and you will also want it back tomorrow.
  • Give an effort and try to put a curb on all negative thoughts. After all, we are nothing but a product of our thoughts.
  • Realize that nobody cares, and if they do, you shouldn't care that they care.
  • Hug your Mom/Dad and say, "I love you so much!": They will be so confused. Then they'll be happy and then they will ask, "What do you want this time?" or maybe, "What did you do this time?"
  • Happiness and Success are two different things.
  • Better to put your heart on the line, risk everything, and walk away with nothing than play it safe. Life is a lot of things, but “safe” isn't one of them.
  • You will never gain anyone's approval by begging for it. When you stand confident in your own worth, respect follows.
--

Link to original source as below.
http://www.quora.com/What-advice-would-you-give-to-your-younger-self

Wednesday, July 29, 2015

Review Terminal Wisata Grafika Cikole

Mungkin agak sedikit telat reviewnya karena saya ke Grafika Cikolenya di pertengahan Juni 2015. Cuma mumpung masih ingat saya tulis saja reviewnya berikut ini.

Pengantar
Pertama-tama apabila mau menginap disini harus booking dari jauh-jauh hari, minimal 1 bulan dimuka supaya aman. Sebagai informasi, nomornya agak sulit dihubungi, tetapi setelah beberapa kali mencoba bisa nyambung juga ke landlinenya (bukan yang nomor HP).

Yang membuat tempat ini menarik, disini ada beberapa jenis tipe kamar, ada yang berupa pondokan dengan kapasitas maksimal 6 orang, pondokan kecil dengan kapasitas 4 orang, sistem tenda seperti kalau sedang camping, dan mungkin ada tipe kamar lainnya yang saya belum tahu.

Dengan variasi pondokan seperti ini jadi mengingatkan saya kepada sebuah film yang sangat melegenda, dimana di film itu ada suatu ras manusia kecil yang tinggal di rumah-rumah kecil semacam pondokan seperti ini. Film apakah itu? :-)

Di tempat ini juga ada aktifitas outdoor seperti flying fox, naik kuda, dan trekking. Cuma kalau mau ikut trekking harus bisa bangun pagi karena trekkingnya dimulai jam 6 pagi.

Setelah booking beres dengan DP 50% baru deh tenang, artinya pasti dapat kamar. Waktu itu saya booking tipe pondokan dengan kapasitas 6 orang, karena saya akan datang ber 6 bersama dengan teman-teman saya.

pondokan kapasitas 4 orang:

sistem tenda:

 pondokan kapasitas 6 orang tampak belakang:

pondokan kapasitas 6 orang tampak depan:

Hari H
Setelah tiba hari H, kami berangkat pagi jam 6 dari Jakarta menuju Bandung, sampai di Bandung sekitar jam 9.30 dengan sedikit macet. Sambil menunggu waktu checkin jam 2 siang, kami mencoba berbagai macam menu kuliner di Bandung, setelah itu barulah kami menuju ke Grafika Cikole, sampai ke Grafika Cikole sekitar jam 7 malam.
Tempat ini cukup jauh dari kota Bandung, ke arah Lembang masih terus lagi agak jauh sampai ke Cikole. Perjalanan dari kota Bandung ke Grafika Cikole sekitar 1 jam.
Apabila dari arah Bandung, Grafika Cikole terletak di kiri jalan, ada plangnya cukup besar.

Begitu sampai disini, aroma liburan dan nuansa alam segera terasa yang memberikan suatu kesan dan perasaan yang sangat menyenangkan. Segera kami checkin di resepsionis dan setelah itu diantar ke pondokan tempat kami menginap. Dari resepsionis ke pondokan jalan cukup jauh sekitar 5 menit. Oh iya, ada welcome drink berupa strawberry smoothies, terasa sekali strawberrynya.

Pondokan
Di luar dugaan kami, pondokannya rapi dan bersih, dengan nuansa kayu dan lampu yang temaram memberikan nuansa hangat dan santai.
Ranjang ukuran king size sebanyak 3 buah disusun secara memanjang, di depannya ada meja kayu panjang, diatasnya ada dispenser air panas, lalu ada TV LCD ukuran 32 inch yang dipasang di tembok.
Jadi jangan lupa membawa kopi instan / teh, karena minum kopi / teh panas sambil bersantai pada suasana dingin rasanya sungguh luar biasa, menambah nikmat kopinya beberapa kali lipat.
Sebagai nilai tambah, disediakan pula seperangkat alat mandi berupa sikat gigi dan odol serta sabun. Kamar mandinya menggunakan shower dan ada air panasnya.
Nah yang membuat pondokan ini semakin menarik yaitu pondokan ini memiliki balkon dimana kita bisa duduk santai sambil menikmati pemandangan alam.

 pemandangan dari balkon 1:

 pemandangan dari balkon 2:


Next Day
Keesokan harinya, pagi-pagi kami sarapan dulu di tempat yang sudah disediakan. Makanannya enak, ada bubur, soto ayam, sosis goreng, nugget, custome made omelet, dan pancake.
Setelah sarapan kami menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di hutan di sekitaran komplek Grafika Cikole. Tak terasa waktu menunjukan pukul 11 yang mana kami harus bersiap-siap untuk packing karena waktu check out adalah jam 12 siang.

suasana di pagi hari :

  hutannya dibalik pagar kayu seperti di gambar ini:
 

hati-hati di hutan suka ada yang ngintip dari balik pohon seperti gambar ini:

Informasi kontak Terminal Wisata Grafika Cikole dapat dilihat di website resminya http://grafikacikole.com/.

Akhir kata tempat ini sangat saya rekomendasikan untuk liburan, demikian review dari saya semoga dapat memberikan inspirasi bagi teman-teman sekalian.

Monday, July 27, 2015

Pappajack Kelapa Gading Food Review

Last Friday, Jul 24, I went to Pappajack kopi tiam with my friends. The place is located in Jalan Raya Bulevar Kelapa Gading, about the opposite of Kelapa Gading Sports Club.

From outside the place looks cool, the design is still new as this kopi tiam is quite new. As we never hang out here before so we give it a try.

When we enter the place we got a warm welcome by the staff there, a middle aged uncle, I think he is the cafe manager. As there were six of us, he suggested us to sit on the second floor which have more space.

The interior is good, clean and warm design. Seating is good and comfortable.
After we sit, not long after the staff handed us some menus and we took our time to choose some food.

We ordered fried char kway teow aka kuetiaw goreng, fried rice noodles aka lo cu pan goreng, fried fish ball, cendol, and milk coffee.

The food tasted good, even slightly expensive compared to other kopi tiam but it is worth the taste and place. The coffee also nice. To add more benefit, the wifi is good.

We have a really good time there. Maybe we will have another visit to this place, as our motto is never going to the same place as there are still a lot of food to explore.

Below are some photos we took, unfortunately we forgot to take fish ball and coffee photos.

fried char kway teow & fried rice noodles:

 fried char kway teow:

 fried char kway teow up close and personal:


Es cendol :